Sabtu, 25 Oktober 2014

“Hari Sumpah Pemuda Kota Pudak”


Gresik - Suasana alun-alun, Kabupaten Gresik, Kamis (28/10/2010) yang biasanya sepi, mendadak berubah menjadi ramai. Puluhan petugas kepolisian dan Satpl PP nampak terlihat melakukan penjagaan di sekitar alun-alun. Untuk menghindari kemacetan, arus lalu lintas yang menuju ke jantung Kota Pudak dialihkan melewati jalur alternatif. Puluhan mobil dinas milik pejabat di Kabupaten Gresik banyak yang memasuki area alun-alun. Kesibukan di alun-alun ini terjadi saat akan dilakukannya upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda, yang dipimpin oleh Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

Selain diikuti aparatur pemerintahan, upacara ini juga diikuti pelajar mulai dari SMP, SMA, hingga Mahasiswa. Meski cuaca di lokasi upacara saat itu terasa panas, namun tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti upacara bendera. Selain itu, para peserta upacara juga ingin melihat langsung bupati Gresik yang baru pengganti Rocbah Mak'sum. Dalam amanatnya, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, meminta agar para pemuda-pemudi di Kota Gresik mempunyai semangat yang tinggi dalam melakukan segala aktivitas. Selain itu orang nomor satu di Kota Pudak ini juga mengingatkan agar para remaja untuk menjauhi narkoba, karena dapat menghancurkan masa depan.

"Sudah banyak para remaja yang kecanduan narkoba. Lingkunganlah yang dapat mempengaruhi itu semua. Mungkin awalnya mencoba-coba dengan rokok, setelah dengan rokok biasanya akan lari ke minum-minuman keras," ujarnya. Semakin banyaknya pemabuk, tambah bupati, kriminalitas akan bertambah di mana-mana. Karena pemabuk akan melakukan segala cara agar mendapatkan uang. Tak peduli itu merampok, membunuh bahkan mencuri. Setelah hampir 1 jam, upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda diakhiri. Para peserta upacara pun meninggalkan lokasi untuk kembali beraktivitas di tempatnya masing-masing.

Kamis, 23 Oktober 2014

"CAPTION PHOTO"



Seorang anak kecil terlihat bingung diacara pernikahan, minggu (14/09). Bersama kedua orang tuanya dia datang keacara pernikahan, namun dia merasa suntuk melihat banyak orang dan dia terdiam melamun disaat kedua orang tuanya fokus melihat acara resepsi pernikahan.

Salah satu anak jalanan yang sedang bermain musik disebuah bus pariwisata, Rabu (18/07).  Disini anak jalanan terlihat ketakutan karena dia berada sendiri didalam bus dan anak ini diganggu oleh seorang penumpang untuk menyanyikan lagu lagi tanpa gitar dan membawa sebuah microphone. 


Para alumni ipa satu sedang mengadakan buka bersama rutin, rabu (23/07). Disebuah rumah makan Gresik mereka berkumpul untuk silaturahmi dan berbuka bersama. Setelah berbuka dan dilanjutkan dengan sholat berjama’ah, mereka saling tukar nomor hp dan saling bercerita mengenai kuliah masing-masing.


Para murid kelas ipa satu memenangkan lomba mading dan foto bersama pada saat acara maulid nabi. Selasa (14/02). Lomba maulid nabi yang diadakan di MAN 1 GRESIK bertujuan untuk melatih kreatifitas dan kekompakkan antar kelas. Pada lomba ini terdapat hadiah uang tunai, piagam, serta thropy untuk juara I, sedangkan untuk juara II dan III mendapatkan uang tunai dan piagam.


MAN 1 GRESIK mengadakan program liburan ke Pare Kediri selama 2 minggu, selasa (28/07). Pada akhir program ini, murid-murid dituntut untuk menampilkan suatu hiburan tiap kelompok dengan menggunakan bahasa inggris. Salah satu hiburannya adalah menyanyi dengan menggunakan alat musik. Para murid laki-laki tampak antusias saat menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “fall for you”.

Kamis, 09 Oktober 2014

ANTARA DOSEN DAN GURU


      Menurut bapak Mu’adz, dosen merupakan sebuah profesi yang lebih enak daripada seorang guru. Dengan merangkap dua profesi, yakni guru SMA dan dosen. Bapak mu’adz lebih menyukai profesi sebagai dosen. Menurut beliau profesi dosen lebih mudah mengarahkan mahasiswa untuk berdiskusi dengan begitu ilmu dosen akan lebih bertambah. Dosen juga mempunyai sebuah penelitian  yang melibatkan mahasiswanya dengan biaya penelitian ditanggung oleh pemerintah. Itu yang membuat dosen lebih bersemangat untuk melakukan penelitian. Seperti yang dapat kita lihat bahwa waktu dosen juga tidak terikat, hal ini yang membuat bapak Mu’adz dapat mengajar di SMA. Dibalik suka pasti ada duka, usia beliau yang tidak muda lagi mengharuskan nya untuk lebih rajin membaca. Agar literasi yang beliau dapat tidak kalah banyak dengan mahasiswanya, terutama mahasiswa yang kritis. Beliau dituntut untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk meningkatkan kompetensinya menjadi seorang dosen.

          “Memang lebih mudah mengajar mahasiswa daripada seorang murid” tutur Beliau. Mahasiswa lebih mandiri dan lebih mudah untuk diajak berdiskusi. Meskipun waktu seorang dosen tidak teikat, beliau selalu menyempatkan datang tepat waktu sesuai dengan janji kuliah yang telah beliau buat. Sedangkan guru lebih tertuntut untuk berangkat jam 07.00 WIB.