Kolak ayam yang berasal dari desa
Gumeno kecamatan Manayar kabupaten Gresik, kolak ini berbeda dengan yang lain
yang biasanya terdapat pisang, kacang hijau, dan labu. Namun, kolak ini terbuat
dari santan kelapa, jinten, gula merah, dan bawang daun. Yang unik dari kolak
ayam ini adalah yang membuat harus laki-laki. Selama lima abad kolak ayam ini
dijadikan sebagai obat. Tidak hanya orang desa gumeno, orang yang berasal dari luar
kota juga ingin mencicipi kolak ayam ini.
Tradisi kolak ayam sekaligus menjadi
warisan budaya Nusantara. Kolak ayam yang telah ada semenjak 488 tahun yang
lalu membuat warga semakin antusias untuk memperkenalkan budaya mereka ke
masyarakat luas. Tradisi itu dimanfaatkan warga untuk merekatkan kebersamaan,
khususnya pada saat berbuka puasa pada hari ke-22 atau malam 23 setiap bulan
Ramadhan. Sambil menunggu adzan maghrib, sebungkus kolak ayam, ketan dan kurma
dibagikan di pintu masuk masjid desa Gumeno dan masyarakat sabar untuk
menunggu.
Menurut salah satu tokoh desa Gumeno,
Nadhim Umuri, menuturkan, awal mula pembuatan kolak ayam, berasal dari Sunan
Dalem yang bertempat tinggal di desa Gumeno. Pada saat itu Sunan Dalem sakit,
dan masyarakat sudah kesana kemari mencari obat, dan sunan dalem tidak kunjung sembuh. Pada
akhirnya Sunan Dalem memperoleh petunjuk
dari Allah SWT agar membuat masakan obat.
Esok harinya Sunan Dalem membawa
seekor ayam jago, dan penduduk langsung memasaknya dengaan santan kelapa, jinten,
gula merah dan bawang daun. Setelah masakannya jadi, Sunan Dalem meminta warga
untuk membawa nasi dan ketan yang telah masak. Saat itu waktu puasa dan ketika
tiba waktu maghrib, semua penduduk berbuka bersama di masjid. Sunan Dalem pun
sembuh setelah makan kolak ayam.
Pada waktu penduduk Gumeno bergotong
royong untuk membuat kolam, Sultan Dalem memerintahkan warga untuk membuat
kolak ayam sebagai pengganjal perut. Dan pada saat itu daging ayam sangat
sedikkit, sehingga Sultan Dalem memerintahkan agar ayamnya disuwir-suwir.
Itulah yang menyebabkan kolak ayam dibuat dalam bentuk disuwir.
Kolak ayam berasal dari kata “Kholaqul
ayyam” yang berarti “mencafri berhari-hari”. Proses memasak kolak ayam pertama
kali dilaksanakan pada tanggal 22 Ramadhan 946 Hijriah. Pada masa itu, Sunan
Dalem juga berwasiat kepada penduduk agar setiap malam ramadhan ke-23 disiapkan
kolak ayam. Kolak ayam tidak hanya sekedar obat, melainkan juga sarana untuk
mempererat silahturahim, dan mengukuhkan kebersamaan.