Menurut bapak Mu’adz, dosen merupakan
sebuah profesi yang lebih enak daripada seorang guru. Dengan merangkap dua
profesi, yakni guru SMA dan dosen. Bapak mu’adz lebih menyukai profesi sebagai
dosen. Menurut beliau profesi dosen lebih mudah mengarahkan mahasiswa untuk berdiskusi
dengan begitu ilmu dosen akan lebih bertambah. Dosen juga mempunyai sebuah
penelitian yang melibatkan mahasiswanya
dengan biaya penelitian ditanggung oleh pemerintah. Itu yang membuat dosen
lebih bersemangat untuk melakukan penelitian. Seperti yang dapat kita lihat
bahwa waktu dosen juga tidak terikat, hal ini yang membuat bapak Mu’adz dapat
mengajar di SMA. Dibalik suka pasti ada duka, usia beliau yang tidak muda lagi
mengharuskan nya untuk lebih rajin membaca. Agar literasi yang beliau dapat
tidak kalah banyak dengan mahasiswanya, terutama mahasiswa yang kritis. Beliau
dituntut untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk meningkatkan
kompetensinya menjadi seorang dosen.
“Memang lebih mudah mengajar mahasiswa
daripada seorang murid” tutur Beliau. Mahasiswa lebih mandiri dan lebih mudah
untuk diajak berdiskusi. Meskipun waktu seorang dosen tidak teikat, beliau
selalu menyempatkan datang tepat waktu sesuai dengan janji kuliah yang telah
beliau buat. Sedangkan guru lebih tertuntut untuk berangkat jam 07.00 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar