Selasa, 30 September 2014

ANAK JALANAN DIBELAKANG MOBIL PRIBADI


          Anak jalanan yang biasa kita anggap sebagai anak yang tidak terawat, tidak mempunyai uang lebih untuk menempuh pendidikan. Keadaan ekonomi orang tua mereka yang tidak mencukupi membuat anak kecil terjun kejalan untuk mencari uang.  Susahnya mencari pekerjaan menjadi alasan utama para orang tua untuk menyuruh anaknya bekerja. Dengan cara mengamen, membersihkan jendela mobil, dan menjual koran mereka sangat senang karena dapat membantu orang tuanya.
          Di sisi lain terdapat anak jalanan yang berasal dari keluarga yang berkecukupan. Namun, sepulang sekolah dia harus bekerja untuk mencari uang dengan bermodal baju yang compang-camping dan dandanan yang kumuh layaknya anak jalanan. Dia hanya menyanyi pada saat lampu merah dari satu mobil ke mobil lainnya. Dan hal itu dia lakukan sampai hari menjelang malam.   
          Ditempat yang sepi terdapat mobil pribadi yang membawa anak jalanan tersebut.  Di sebuah komplek perumahan mewah mobil itu berhenti dan menurunkan anak jalanan itu. Dan dirumah dia disambut oleh seorang ibu dengan dandanan yang glamour. Entah, apa yang mereka pikirkan hingga mereka tega untuk menyuruh anaknya menjadi anak jalanan. Padahal, diluar sana anak jalanan hanya ingin bersekolah, tidak di kerjar-kejar oleh satpol PP. Tapi mereka harus bersabar dan harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit agar dapat menumpuh pendidikan yang sama dengan teman-temannya.

          Orang tua yang berkecukupan  beralasan bahwa pekerjaan mencari uang dengan menjadi anak jalanan itu lebih mudah dan berpenghasilan lebih banyak. Pemikiran orang tua yang seperti itu akan berpengaruh pada pemikiran anak-anak, mereka akan lebih semangat mencari uang daripada mencari ilmu. Karena mereka telah memperoleh kepuasan dari hasil kerjanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar