Anak jalanan yang biasa kita anggap
sebagai anak yang tidak terawat, tidak mempunyai uang lebih untuk menempuh
pendidikan. Keadaan ekonomi orang tua mereka yang tidak mencukupi membuat anak
kecil terjun kejalan untuk mencari uang.
Susahnya mencari pekerjaan menjadi alasan utama para orang tua untuk
menyuruh anaknya bekerja. Dengan cara mengamen, membersihkan jendela mobil, dan
menjual koran mereka sangat senang karena dapat membantu orang tuanya.
Di sisi lain terdapat anak jalanan
yang berasal dari keluarga yang berkecukupan. Namun, sepulang sekolah dia harus
bekerja untuk mencari uang dengan bermodal baju yang compang-camping dan
dandanan yang kumuh layaknya anak jalanan. Dia hanya menyanyi pada saat lampu
merah dari satu mobil ke mobil lainnya. Dan hal itu dia lakukan sampai hari
menjelang malam.
Ditempat yang sepi terdapat mobil
pribadi yang membawa anak jalanan tersebut.
Di sebuah komplek perumahan mewah mobil itu berhenti dan menurunkan anak
jalanan itu. Dan dirumah dia disambut oleh seorang ibu dengan dandanan yang
glamour. Entah, apa yang mereka pikirkan hingga mereka tega untuk menyuruh
anaknya menjadi anak jalanan. Padahal, diluar sana anak jalanan hanya ingin
bersekolah, tidak di kerjar-kejar oleh satpol PP. Tapi mereka harus bersabar
dan harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit agar dapat menumpuh pendidikan
yang sama dengan teman-temannya.
Orang tua yang berkecukupan beralasan bahwa pekerjaan mencari uang dengan
menjadi anak jalanan itu lebih mudah dan berpenghasilan lebih banyak. Pemikiran
orang tua yang seperti itu akan berpengaruh pada pemikiran anak-anak, mereka
akan lebih semangat mencari uang daripada mencari ilmu. Karena mereka telah
memperoleh kepuasan dari hasil kerjanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar